PSDKP Bitung Tutup Pintu Ke Awak Media, Ada Apa Dengan KM Purnama 01??

Bitung kabardaerah.com – PSDKP Bitung melakukan penyitaan Dokumen Kapal Tangkap Ikan KM Purnama 01, di perairan Bitung batu Angus 13/06/24.

Selasa sekira jam 06.02 Kapal patroli dari dinas KKP mencegat kapal penangkap ikan KM Purnama 01 tepatnya diperairan Bitung/batu Angus.

Pencegatan Kapal penangkap ikan KM Purnama 01 yang di nahkodai oleh BPK Darson Patras tersebut guna pemeriksaan surat-surat dan dokumen lainnya dengan alasan terlambat satu hari lapor waktu tiba sesuai SPB.

Pemilik kapal Suyono Ramli SH. MH sangat menyayangkan  karena naasnya dokumen lengkap tersebut di sita oleh pihak PSDKP bitung hanya dengan alasan waktu tiba tidak sesuai yang tertera di SPB tanpa ada keterangan atau surat berita acara penyitaan dokumen  yang di sampaikan ke nahkoda

“Saya sangat menyangkan pihak PSDKP Bitung sampai bisa menahan dokumen yang sudah tahu lengkap dan tanpa ada keterangan serta berita acara penyitaan dokumen”,ucap Suyono.

Lanjut pemilik kapal penangkap ikan menyatakan, Kemudian petugas patroli PSDKP Bitung meminta pemilik kapal dan nahkoda menghadap ke kantor pengawas KKP Bitung, dan sekira pukul 15.30 WITA, pemilik dan nahkoda menghadap dan terjadi pertemuan namun dalam pertemuan itu tidak ada penyelesaian.

“Saya dan nakhoda menghadap dan dalam pertemuan itu tidak ada kebijakan lain yang diberikan oleh pengawasan kkp melainkan meminta agar kapal di ikat/diparkir dulu di dermaga KKP, hal ini tentunya tidak bisa kami terima karena sangat2 merugikan kami , karena kami bukan nelayan ilegal”, Ungkap Suyono Ramli

Suyono juga mengatakan bahwa menahan dokumen hanya karena terlambat satu hari lapor jadwal tiba. Yang disebabkan terjadinya gangguan ringan mesin kapal.

“Terlambat satu hari karena memang ada gangguan mesin sehingga kapal tidak bisa memenuhi lapor jadwal tiba sesuai dengan ketentuan SPB”, ucap Suyono.

Pemilik kapal tangkap ikan KM Purnama 01 juga mengungkapkan bahwa sangat miris, ditahannya dokumen sehingga kapal tidak bisa berlayar mengakibatkan ABK tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Akibat yang saya anggap fatal adalah kapal tidak bisa berlayar karena tidak memiliki dokumen, yang dampaknya kena ke 15 ABK sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka karena sudah 4 hari kapal tidak beroperasi dan saya pun berfikir, ini kan apa bedanya dengan bajak laut ?”,tutup Suyono.

Sementara Pihak PSDKP Bitung ketika dikonfirmasi awak media melalui Chat WA tidak di balas dan tidak di terima dikantornya saat didatangi yang sebelumnya sudah saling janji, seakan tutup pintu ke Awak Media kabardaerah.com. (fdl)